12 Alasan Bertengkar Soal Uang

Mei 29, 2008 at 11:06 am Tinggalkan komentar

Uang selalu menjadi persoalan sensitif, sekalipun dibicarakan bersama pasangan sendiri. Agar rumahtangga tak terganggu, ada baiknya Anda mengetahui alasan utama, mengapa bayak pasangan bertengkar gara-gara uang.

Siapa yang boros? Siapa yang hemat? Siapa yang mengatur keuangan keluarga? Siapa yang berbelanja bulan ini? Hmm, pertanyaan-pertanyaan tadi kerap terlontar ktika Anda berselisih soal uang dengan pasangan.

Namun, pada kenyataannya, pertengkaran Anda bukanlah disebabkan oleh jumlah uang yang dikeluarkan, tetapi lebih kepada hal-hal yang terjadi di luar dugaan, atau hal-hal yang tak dibicarakan dan yang takut dibicarakan oleh masing-masing pasangan. Terkadang, disebabkan oleh cara yang berbeda, agenda yang tidak sesuai, dan sisi pandang yang berbeda antara kedua pasangan. Meskipun ada berbagai variasi pertengkaran, tetapi semuanya dapat ditelusuri kembali melalui tiga sumber utama penyebab konflik uang, yaitu komunikasi, kendali dan keluarga.

KOMUNIKASI
* Pemboros
Salah satu pasangan yang boros dan hobi membelanjakan uang, sementara yang lainnya adalah tipe penghemat, sehingga keduanya saling tak mampu membuat pasangannya mengerti, mengapa bersikap demikian. Bila Si Pemboros bertemu dengan Si Penghemat, api mulai menyala, dan cepat atau lambat, salah satu pasangan akan segera meledak.

* Menganggap Sepele
Tipe orang yang suka menganggap sepele adalah variasi dari pemboros. Yang termasuk tipe ini akan terkejut ketika membuka tagihan kartu kreditnya, dan membaca sederetan pengeluarannya: membeli jam tangan merek terkenal dan model mutakhir, dan makan-makan bersama teman-teman sepulang kantor di Jumat malam. Awalnya ia merasa tak masalah, tapi pada kenyataannya, tidak demikian.

* Tak Mau Kalah
Orang yang termasuk tipe ini tak pernah mau mengalah. Bila tetangganya membeli mobil baru, ia pun harus punya mobil baru. Meski pasangannya sudah mengingatkan, barang yang diinginkannya bukanlah sesuatu yang harus dibeli, ia tetap tak peduli.

* Senang Berutang
Ketika akan menikah, Anda tak pernah menemukan waktu yang tepat untuk membicarakan bersama pasangan mengenai utang Anda di sana-sini. Mulai dari uang kuliah yang tak pernah diselesaikan, sampai pembelian mas kawin yang Anda pinjam dari kerabat. Anda pun lupa menyebutkan utang kartu kredit lain, karena merasa sudah membayarnya.

* Pertengkaran Pascaliburan
Pasangan Anda berkata, “Apakah kamu membelanjakan Rp 500 ribu untuk membelikan ayahmu oleh-oleh batik dari bahan sutera?” Lalu Anda menjawab, “Kamu sendiri membelikan adikmu oleh-oleh CD player yang mahal!” Pada akhirnya, tagihan kartu kredit membludak, dan Anda berdua mulai ketakutan.

KENDALI
* Kehabisan Uang
Biasanya orang tipe ini tak sadar ketika mengeluarkan uangnya sedikit demi sedikit, untuk hal-hal kecil. Di akhir minggu ia mengambil sejumlah uang dari ATM. Di hari Senin ia baru menyadari, uangnya tak bersisa dan tak tahu dihabiskan untuk apa.

* Apa, pensiun?
Kata “pensiun” bisa membuat orang menjadi lebih berhati-hati dan berhemat. Namun, ada juga yang percaya, toh nanti akan ada uang pensiun, jadi tak perlu khawatir. Bila Anda menikah dengan orang yang termasuk tipe ini, sulit untuk mmbayangkan masa depan Anda hidup bersamanya. Mengerikan sekali hidup dengan orang yang tak punya rencana masa depan.

* Menyalahkan Si Pengatur Keuangan
Apakah Anda yang mengatur keuangan, atau pasangan? Jangan sampai muncul ungkapan, “Mengapa kamu bertanya bagaimana kita akan membayar perbaikan rumah, bukankah kamu yang mengatur keuangan?” Atau, “Kamu, kan, yang membayar semua tagihan. Kalkulasikan, dong!”
Kalimat lainnya, “Apa, sakit hati? Tidak, saya tidak sakit hati. Buat apa sakit hati? Kamu, kan, yang mengaturnya?” Kalimat lainnya, “Kamu yang mengurus semuanya, ya kamu dong yang membayar!”

* Perhitungan Kacau Balau
Salah satu dari Anda mencatat dengan sangat rapi semua kalkulasi data, baik anggaran maupun rencana keuangan. Namun, di akhir bulan Anda pusing dan sedih karena semuanya tidak sesuai yang dianggarkan. Padahal, Anda tahu persis ke mana larinya uang-uang itu.

KELUARGA
* Biaya Untuk Anak
Siapkan biaya untuk membayar babby sitter, melahirkan, uang sekolah anak, dan lainnya. Sebab, baik ketika sedang menunggu kelahiran ataupun sudah memiliki anak, tetap saja Anda akan saling berargumentasi soal uang tanpa henti.

* Terjebak Kebiasaan Orangtua
Anda melakukan hal yang sama seperti orangtua dulu, dalam mengatur keuangan. Namun, pasangan tak mengerti perannya dalam mengelola uang, dan ia tak siap dengan segala macam pengecekan serta catatan semua pengeluaran dan pemasukan keluarga. Padahal, ia diharapkan untuk mengikuti aturan main Anda.

* Mengunjungi Mertua
Lima menit pertama, mertua akan berusaha membuat Anda dan pasangan mengeluarkan uang, misalnya dengan berkata, “Rumah kalian sudah terlalu kecil.” Lalu, sepuluh menit kemudian, Anda berdua mulai saling menggerutu.

Entry filed under: Tips. Tags: , , , , , , , , , , , , .

9 Cara Jitu Hindari Keriput Penyakit Khas Lelaki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


RSS Lowongan Kerja Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Lowongan Luar Negeri

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Scholarship 2009 2010

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Jobs in Perth

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Jobs in Sydney

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Jobs in Dubai

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Jobs in Singapore

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: